Upaya Konservasi Sungai di Kabupaten Bekasi, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia bersama Bambu Foundation Gelar Aksi Bersih-bersih Sungai dan Tanam Pohon

Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia), melalui Pabrik Bekasi 1, bersama dengan Bambu Foundation dan segenap unsur masyarakat mengadakan aksi bersih-bersih kali serta tanam pohon, Kamis (27/1) ini. Kegiatan kali ini merupakan bagian dari gerakan konservasi
sumber daya air, terutama yang berada di Daerah Aliran Sungai Sadang dan Cikedokan, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat.

Turut hadir pada kegiatan kali ini, perwakilan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) 3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Kapt. Inf. Aswan Siregar, perwakilan Satuan Tugas Citarum Harum Sektor 20; tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi yang sekaligus anggota DPR RI, Obon Tabroni; serta perwakilan masyarakat Desa Sukadanau.

Pada sambutannya, Kapt. Inf. Aswan Siregar, mengapresiasi langkah yang dilakukan CCEP Indonesia dalam upaya konservasi sungai kali ini. Dirinya berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal menuju gerakan-gerakan kepedulian lingkungan hidup, terutama yang terkait dengan aliran sungai di Kabupaten Bekasi.

“Pekerjaan kita hari ini luar biasa, sangat luar biasa, perihal kepedulian kita terhadap lingkungan yang ada di Kabupaten Bekasi. Mudah-mudahan kedepannya kegiatan konservasi daerah aliran sungai maupun kegiatan pelestarian lingkungan dapat semakin saling bersinergi dan kolaborasi dari semua pihak. Bila perlu kita terus bergerak ke wilayah lain di aliran sungai Citarum, yang juga membutuhkan program penanaman atau penghijauan. Agar tanggul di sepanjang aliran sungai Citarum tidak jebol, amblas, dan lain sebagainya,” ucap Aswan.

Di kesempatan yang sama, Eko Jatmiko, Direktur Bambu Foundation menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan konservasi ini. Menurutnya, langkah-langkah konkrit sangat dibutuhkan saat ini dalam upaya konservasi aliran sungai. Keterlibatan semua pihak juga disebutnya menjadi hal penting dalam mencapai tujuan bersama.

“Apa yang dibutuhkan hari ini untuk lingkungan hidup adalah gerak nyata. Kita harus melakukan upaya-upaya konservasi ini sesegera mungkin dengan pendekatan Pentahelix. Apa yang dilakukan CCEP Indonesia hari ini bisa menjadi contoh baru pendekatan ini, bagaimana kita semua berkolaborasi untuk lingkungan hidup yang lebih baik,” jelas Eko.

Kabupaten Bekasi saat ini masih memiliki segudang pekerjaan rumah terkait lingkungan hidup yang harus segera diselesaikan dan sungai menjadi daerah paling krusial yang perlu mendapat perhatian lebih. Pasalnya, apabila penanganan persoalan di sungai tidak segera diselesaikan, maka resiko bencana alam, seperti banjir, bukan tidak mungkin kembali menimpa masyarakat seperti yang terjadi di awal tahun 2020 dan 2021 lalu.

Sebagai salah satu perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bekasi, CCEP Indonesia merasa perlu untuk turut andil dalam upaya konservasi lingkungan hidup, termasuk di sungai yang ada di sekitar area operasional. Hal ini juga merupakan bagian dari prioritas perusahaan dalam upaya regenerasi air melalui konservasi sumber daya air.

“Kegiatan ini merupakan komitmen kepedulian kami terhadap upaya menjaga lingkungan hidup. Semoga ini merupakan permulaan yang baik dalam proses konservasi sumber daya air di sungaisungai yang ada di Kabupaten Bekasi,” ujar Nurlida Fatmikasari, Regional Corporate Affairs Manager Central Indonesia Region, CCEP Indonesia.

Di kesempatan yang sama, Obon Tabroni, juga turut mengapresiasi kegiatan konservasi sungai kali ini. Menurutnya hal ini menjadi penting, ditengah banyaknya tantangan yang dihadapi terkait pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Bekasi.

“Pertama, saya mengucapkan terimakasih kepada Coca Cola Europacific Partners Indonesia yang hari ini berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan di Kabupaten Bekasi dalam bentuk kegiatan penanaman pohon dan pelepasan burung puyuh ke habibat bebas. Karena saat ini Kabupaten Bekasi sedang dalam persoalan kerusakan lingkungan yang dapat mengakibatkan bencana banjir dan lain sebagainya,” ujar Obon.

Dirinya pun berharap agar kegiatan kali ini terus mendapatkan perhatian. Obon mengingatkan bahwa apa yang sudah dilakukan pada kegiatan kali ini untuk terus diadakan pemantauan, perawatan, dan lain sebagainya supaya keberlanjutan program ini dapat tercapai.

Kegiatan konservasi aliran sungai ini sejatinya juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam upayanya menangani persoalan banjir melalui langkah normalisasi beberapa kali yang ada di Kabupaten Bekasi. Berbagai langkah sudah dipersiapkan dan sebagian lainnya sudah dalam tahap pelaksanaan, seperti strategi normalisasi di beberapa aliran kali di Kabupaten Bekasi.

Sekitar 20 peserta, yang terdiri dari perwakilan karyawan CCEP Indonesia dan relawan KSKC turun aksi pada kegiatan kali ini. Dengan dukungan penuh dari jajaran pemerintah daerah, melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) 3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, kegiatan ini berhasil mengumpulkan 1.710 kilogram sampah serta menanam 200 lebih bibit pohon bambu dan jenis lainnya di sepadan aliran Sungai Sadang-Cikedokan, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pelepas liaran burung puyuh ke ekosistem Sungai Sadang.