Jakarta,– Kenaikan pangsa pasar industri manufaktur nasional ini berdampak pada peringkat daya saing industri yang meningkat ke posisi sembilan sepanjang tahun 2015-2017, dari sebelumnya di posisi 12 pada 2014. Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, pertumbuhan sektor manufaktur alami peningkatan yang signifikan dari tumbuhnya permintaan baik dari lokal dan global perihal bahan baku dari produsen lokal.“Kondisi inflasi saat ini mendorong industri lokal mengurangi kuota impor baha industri dan memanfaatkan nya dari bahan lokal,” terang Putu.

Menurut data yang dia berikan, pada kuartal III tahun 2017, industri manufaktur non-migas mencatat pertumbuhan industri year-on-year (yoy) sebesar 5,49 persen, sementara pertumbuhan industri kumulatif yoy sektor ini di Kuartal ketiga 2017 telah mencapai 4,71 persen. Dengan didukung oleh permintaan domestik dan internasional, menurut Putu akan berdampak pada industri manufaktur di Indonesia semakin berkembang "Pemerintah sekarang menyediakan berbagai insentif - seperti tax holiday dan tax allowances, misalnya - untuk produsen yang mampu menarik investasi, baik domestik maupun asing. Kami juga memberi penghargaan kepada mereka atas produk berkualitas tinggi mereka,"katanya.

Berkaitan dengan pameran Manufacturing Indonesia 2017 yang akan berlangsung 6 – 9 Desember 2017 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Putu menyambut baik dan memuji Pamerindo Indonesia selaku penyelenggara pameran yang mampu membuat pameran yang berkualitas termasuk mendatangkan pengunjung yang sesuai dengan segmenentasi bisnisnya.

Menanggapi hal tersebut, Project Director Pamerindo Indonesia Maysia Stephanie mengatakan bahwa pameran Manufacturing Indonesia di selenggarakan setiap tahunnya untuk bisa turut mendukung pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri. “Kami mengundang perusahaan manca negara untuk datang ke Indonesia dan mengenalkan beragam teknologi terkini kepada para pabrikan. Informasi mengenai perkembangan pasar serta tekonologi terkini akan beredar di arena pameran dan ini tentunya bisa di manfaatkan oleh pelaku industry tanah air. Dan kami pun akan mendatangkan para buyers yang sesuai dengan segmentasi pameran kami, yaitu B2B,” terangnya.

Di tahun ini dikatakan Maysia, Manufacturing Indonesia 2017 akan menghadirkan sekitar 1.800 perusahaan dari 30 negara dan wilayah termasuk didalamnya terdapat pavilion dari negara/wilayah Jerman, India, Korea, PR.China, Singapore, Taiwan, Thailand dan Jepang. “Kami tidak hanya menghadirkan sebuah pameran saja, tetapi juga terdapat kegiatan lain seperti seminar dan juga kompetisi.

Bekerjasama dengan Ikatan Teknik Pengelasan Indonesia (ITPI – IWES), kami akan mengadakan acara Welder Competition & Contest yang akan berlangsung selama 4 hari pameran. Ada juga Spinning Tool Competition dari Indonesia Mold & Dies Industry Association (IMDIA) dan juga Product Spotlight Theatre,” ungkap Maysia.

Adanya kegiatan yang tidak hanya menghadirkan pameran saja, disambut baik oleh Manara Lodewijk Hutapea, Presiden Ikatan Teknik Pengelasan Indonesia (ITPI – IWES) yang turut mengisi kegiatan berupa welding kontes. “Terima kasih kepada Pamerindo yang sudah mengadakan pameran ini dan memberi wadah kepada IWES untuk memperkenalkan kepada masyarakan tentang tekhnik dari pengelasan.” ungkap Manara.

Saat kontes nanti, dikatakan Manara, dalam The First Welder Contest BUMN 2017 & Competition dimana peserta berasal dari berbagai industri antara lain: industri pesawat terbang, industri alat berat dan angkutan khusus, industri perawatan mesin-mesin turbin & rotating equipments, industri pupuk, industri perkapalan, konstruksi (steel construction), industri farmasi, industri perawatan mesin pesawat terbang.

Dimana industri yang kami pilih tersebut sangat banyak menyerap tenaga kerja dan industri tersebut terus berkembang pesat baik teknologi serta peralatan/equipment. Manara melihat industri Manufaktur saat ini secara perlahan mulai membaik, seiring dengan para investor yang masuk ke Indonesia. Hal yang harus diwaspadai dikatakan Manara agar mempersiapkan diri terhadap trend baru yang mulai bergeser kepada era digitalisi atau robotik.

Hal senada juga turut disampaikan Hadi Suryadipraja, Sekjen Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) yang menilai meningkatnya industri manufaktur khususnya di sektor otomotif dinilai ada pergerakan positif, khususnya untuk segmen niaga mengalami kenaikan. “Mulai pertengahan tahun ini pertumbuhan untuk light duty truck dan medium duty truck mengalamai kenaikan signifikan sekitar 48%, kami prediksi akan menguat angkanya hingga tahun depan. Hal ini disebabkan oleh infrastruktur yang sedang gencar di bangun dan pasti butuh sarana transportasi,” terang Hadi.

Bahkan Hadi optimis menyebut kenaikan sektor otomotif diprediksi meningkat 5% – 10% maksimal. “Kami optimis industri otomotif di segment ini akan meningkat, bahkan di tahun ini saja khususnya kendaraan niaga juga angkanya meningkat hingga 80%,” kata Hadi Stephanus F. Santoso, Wakil Presiden Direktur, PT Altama Surya Anugerah - Tekiro, Ryu dan Rexco sebagai produk unggulan di pasar teknik selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan pasar industri di Tanah Air.

Manufacturing Indonesia sebagai salah satu pameran industri berskala international menjadi jembatan bagi kami untuk dapat lebih dekat dengan konsumen existing kami serta membuka peluang untuk konsumen baru. Menempati luas area sebesar 36.000 sqm, Pamerindo Indonesia tidak hanya menghadirkan pameran Manufacturing Indonesia 2017, namun juga terdapat Machine Tool Indonesia 2017, Tools & Hardware Indonesia 2017 dan Industrial Automation & Logistics Indonesia 2017.

Beragam peralatan mesin, suku cadang, komponen, aksesoris, peralatan manufaktur, metrologi & pengukur, air power, precision tools, drives & controls dan produk industri terkait lainnya akan di pajang area pameran tersebut. Pameran Manufacturing Indonesia 2017 Series of Exhibitions ini di dukung oleh Kementrian Perindustrian, Indonesian Precision Tooling Industry Association (AIPPINDO), Indonesian Foundry Industries Association (APLINDO), Association of Metalwork and Machinery (ASPEP), Indonesian Automotive Parts & Components Industries Association (GIAMM), Federation of Indonesian Metalworks & Machinery Industries Association (GAMMA), The Indonesian Welding Engineering Society (IWES), Indonesian Mould & Die Industry Association (IMDIA).

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi: www.manufacturingindonesia.com

 

 

 

Web Traffic

2.png8.png0.png7.png0.png3.png
Today360
Yesterday1305
This week360
This month19311
Total280703

Visitor Info

  • IP: 54.145.51.250
  • Browser: Unknown
  • Browser Version:
  • Operating System: Unknown

Who Is Online

4
Online

2017-12-18

Cari Info